Ingat bahwa aku adalah lelakimu
Suguhkan apa yang yang sudah seharusnya
Tunjukkan jika memang harus kau tunjukkan
Jangan pernah merasa bosan,berhenti merasa puas
Berbesar hati menganggap diri yang paling hebat.
Aku mungkin lelakimu..tertakdir bersamamu
Menatap pagi melepas siang,menyambut malam indah menjelang
Berlari kesana kemari mencari sebuah peradaban tentang cinta
Bukan kecewa diharap ada tapi bahagia dinanti datang
Berusaha bukan terpaksa tetap berada dalam batas yang mulia
Hilang saat kecewa datang saat ceria
Aku lelakimu yang tak pernah luput mengingat tentangmu
Terbataskan dinding antara ruang dan waktu
Teruji setiap sikap,langkah dan perlakuan akan dirimu
Mencoba berikan membuatkan bahagia.
Kulukiskan meski hanya dalam hayalan
Kukatakan meski tlah habis kalimat untuknya
Menegrtilah akan keadaan busuk ini
Sesungguhnya akupun tak ingin ada meski tak pelak aku harus menghadapinya
Pengujian akan diri pribadi menjadikan sebuah asa untuk dapat melakukan beberapa hal yang terpuji.untukmu aku tak kan pernah menyerah sampai aku tau selemah apa kemampuanku….sebatas apa aku dapat melewatinya…
Aku bukan mereka,mereka tak pernah sama denganku
Berusaha itu langkahku,berdo’a sebagai apresiasi untuk meminta
Percayalah bahwa semua akan berakhir jalan yang terbaik pasti kita jelang,bersabarlah karena itu amat berguna untukku…..
Disaat semua terjalani penuh dengan segala pewarnaan akan kehidupan
Seribu Tanya mneghinggapi,seribu sesall sedianya dipikirkan kemungkinannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar