Mari Berbagi....

Selamat datang Indonesia!!!!...

Mari berbagi setiap cerita, harapan,keinginan,karya dan Mimpi.....

- Sakti Fahri Seno -


Senin, 11 Februari 2008

Takdir : Setelah Usaha Dan Do'a...

Taqdir adalah ketentuan Allah, baik yang buruk atau yang Baik.Disebut takdir adalah hasil atau apa yang terjadi setelah Usaha dan Do'a yang kita Lakukan atas apa yang ada dan kita inginkan.
Kemudian Usaha...Sekeras apakah Usaha yang sudah kita lakukan.Usaha yang dilakukan dengan penuh kesungguhan demi untuk sebuah tujuan yang baik niscaya akan diberikan Jalan Keluar oleh Allah SWT. seperti dalam hadist Nabi " Man Jadda Wajada " Siapa Orang yang bersungguh-sungguh dalam berusaha maka Dia Dapat.Artinya adalah peranan kita sebagai manusia menjadi sangat penting untuk menentukan sesuatu bisa berhasil atau tidak.

Do'a.... ketulusan hati,kebersihan jiwa, keikhlasan dan prasangka baik terhadap Allah adalah beberapa hal yang penting untuk diperhatikan saat memohon. Do'a adalah kembalinya sebuah kesadaran akan kelemahan, dan pengakuan akan kebesaran Allah SWT.

Saudaraku.... Jangan pernah ragukan keadilan Allah SWT, sudah sangat banyak sekali keadilan-keadilan Allah yang baik sadar dan tidak sudah kita dapati dan rasakan.

Berkarir dalam rumah tangga adalah sebaik-baik karir disisi Allah, pilihan yang sangat mulia. Seperti katamu generasi yang baik, pribadi yang berkualitas dan kesuksesan orang-orang yang sukses semua dibangun dari rumah.Kehebatan dan kesuksesan seseorang pasti tidak luput dari bagaimana Orang tua mendidiknya.lalu siapa yang lebih banyak berperan dalam pembentukan menuju kesuksesan tadi ? Tentu saja Ibu rumah tangga yang dengan ketulusannya mendedikasikan waktu dan hidupnya untuk keluarga.

Allah selalu punya rencana Baik untuk setiap Hambanya, karena ketika Ruh ditiupkan maka terjadilah semua penetapan-penetapan hal yang baik atas diri kita. Maka jika ada hal yang menurut pandangan manusia itu Buruk pasti ada nilai baik, maksud dan tujuan yang mulia dari Allah SWT untuk kita ummat manusia.
Allah maha tau.. boleh jadi seseorang ditakdirkan tidak sukses di satu bidang namun dimuliakan derajatnya dibidang yang lain.

Allah Maha Adil, rencana yang manis yang lebih gemilang untuk kita yang berusaha telah disiapkan.Bersihkan hati, ikhlaskan setiap usaha dan kejadian yang ada karena sekali lagi sesunguhnya Allah punya rencana Baik atas apa yang ditaqdirkannya.

" Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia ". (Ar-Ra'du Ayat 11)

" Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar ". (Al-Baqarah ayat 153)

Samuel Smiles mengawalinya dengan gagasan atau pikiran. Tanamlah gagasan, petiklah tindakan. Tanamlah tindakan, petiklah kebiasaan. Tanamlah kebiasaan, petiklah watak. Tanamlah watak, petiklah nasib

Wanita Dan Keluarga...

Islam adalah agama yang tidak memihak kepada Wanita, sebagian aturan-aturannya dianggap klasik,terlalu maskulin atau male-biased. Cenderung bias jender, yang menempatkan Wanita pada nomor dua setelah laki-laki.Oleh karena itu, dianggap sudah tidak lagi relevan dengan keadaan modern dewasa ini.Itulah tudingan-tudingan yang dilontarkan kepada Islam, sebuah tudingan tanpa kajian. Kebebasan dan gaya hidup individualis-modis-materialistis memberikan pengaruh yang sangat besar kepada kaum muslim. Dikondisikan untuk menerima setiap hal yang berbau modern, Maka pantas jika kemudian kebahagian diukur hanya dengan nilai-nilai yang bersifat duniawi. Terpenuhinya kebutuhan jasmani dan sebanyak mungkin materi yang dapat dihasilkan sebagai barometer penentu sebuah kesuksesan. Kemudian para Wanita bersaing dengan kaum pria untuk menghasilkan karya dan mendapatkan materi sebanyak-banyaknya sehingga peran Wanita sebagai istri dan ibu sering diabaikan. Dan menganggap tidak berarti ketika tidak ada kontribusi ekonomi yang diberikan kepada keluarga. Dan mereka nyaris menanggalkan kebanggaannya menjadi seorang muslimah serta kemuliaannya sebagai istri dan ibu, pengasuh dan pendidik bagi anak-anaknya serta partner hidup suaminya. Materialisme pada masa Renaissance telah membawa manusia pada era industrialisasi. Pandangan ini melihat Wanita dan laki-laki kodratnya sama, yakni sebagai faktor produksi. Hanya saja dilatarbelakangi pertimbangan fisik dan kelas sosial yang berlaku, upah kerja Wanita selalu nomor dua.

Kapitalisme menghancurkan industri rumah tangga satu persatu, Wanita-pun akhirnya berduyun-duyun meninggalkan “ istananya “ berbaur dengan pria untuk menjadi pekerja atau istilahnya menjadi “ Wanita Karir “.Ketika itu mulailah terdengar jerit tangis para balita yang pagi hari sudah kehilangan Ibu-nya. Motifnya adalah psikologis dan tuntutan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat.

Gerakan emansipasi yang dipopulerkan oleh wanita barat telah memancing naluri wanita untuk menunjukkan eksistensinya. Akan tetapi dilain sisi bisakah Wanita menjadi “ super woman “ yang sukses menjalankan peran gandanya ?Sungguh sebuah harga mahal yang harus ditebus ketika statistic menunjukkan angka yang meningkat pada kriminalitas,perceraian dan perselingkuhan karena telah terabaikannya keluarga sebagai basis pendidikan moral yang utama.

Dilematis memang ketika Ilmu yang telah didapat kemudian menjadi satu tuntutan untuk kemudian mengaplikasikannya kedalam dunia kerja, kemudian dihadapkan pada sebuah ketentuan atau norma Agama. Namun demikian jika memang keadaan memaksa hingga Wanita harus bekerja diluar rumah, Islam telah memberikan batasannya. Yaitu , harus seizin walinya ( Ayah atau suaminya ) untuk pekerjaan mubah seperti, mengajar anak putri atau menjadi perawat bagi pasien wanita, tidak berikhtilat (bercampur antara laki-laki dan Wanita yang bukan muhrimnya) atau berkhalwat dengan pria,tidak bertabarruj dan tidak memperlihatkan perhiasan atau kecantikannya, tidak bersolek dan memakai parfum yang berlebihan serta memakai Hijab yang sesuai dengan Syari’at.

Bagaimana pun juga, tempat bekerja wanita yang sesungguhnya dan yang paling mulia adalah di dalam rumahnya. Di sanalah wanita akan senantiasa terlindungi dan dapat lebih dekat dengan Allah manakala menetap di rumah, mencari ridha Allah dengan cara beribadah kepadaNya, mencurahkan segenap kemampuan untuk mendidik sang buah hati, mentaati suami, dan memberikan kasih sayang kepada anggota keluarga. Wanita yang hebat, bukanlah mereka yang harus bersaing berebut dunia dengan kaum pria. Wanita yang sukses adalah yang bertanggung jawab dengan tugas utama yang dianugerahkan Allah atasnya, mendidik generasi tangguh masa depan.