Mari Berbagi....

Selamat datang Indonesia!!!!...

Mari berbagi setiap cerita, harapan,keinginan,karya dan Mimpi.....

- Sakti Fahri Seno -


Minggu, 28 September 2008

Ramadhan 1429 H

4 Hari menjelang idul fitri....

Segala harapan dan do'a serta usaha tentu saja terus dilakukan demi meraih sebuah ke-fitri-an, perjalanan baru dalam kehidupan dengan status bersih atau suci. Saling berlomba demi mendapatkannya,namun begitu tentu saja tidak ada seorangpun yang mampu mencapainya dalam ukuran masyarakat sosial-agamis. Pertanyaannya adalah " Kenapa bisa begitu ?!! " mari bersama-sama kembali melihat kepada permukaan masing-masing usaha kita, usaha yang keras tanpa sebuah keikhlasan tentu saja ternodai karenanya. Terkotaknya sebuah peradaban dari tingkat sosial kemudian menjauhkan diri dari prinsip agamis, semakin jauh terlampaui semakin dekat dengan fiddun-ya hasanah. Kerapkali kalimat " carilah dunia seakan-akan kamu akan hidup selamanya " menjadi simbol sebuah usaha mencapai kehidupan dunia yang berlebih. Lalu kemana usaha kita untuk akhirati hasanah ? perjalanan ibadah dalam ruang lingkup kewajiban sebagai makhluk tidak-lah menjadi jaminan yang pasti menuju surga Allah, butuh pengkajian lebih jauh atas apa yang sudah kita lakukan. Intinya tidak-lah pantas seorang hamba percaya diri atas segala rangkaian ibadah yang sudah dilakukan sedianya menjadi passkey Jannah. Karena ternyata masih terdapat sebuah elemen penting yang kerapkali kita lupakan yaitu Hablumminannas , terlalu percaya diri sehingga lupa akan elemen penting ini. Kepekaan, penjagaan sikap, tingkah laku dan tutur bahasa terhadap sesama menjadi tersamar. Ada, kadang ada, ada dengan harapan, dan atau bahkan tidak ada sama sekali. Sudahlah tentu 2 elemen penting menjadi dasar utama untuk layak mendapatkan janji Allah, jika hanya salah satunya maka tak akan ada jaminan apa-apa untuk meraihnya. Mari coba berfikir terbalik, ramadhan menjadi sarana belajar untuk meraih kesucian atau paling tidak rangkaian ibadah didalamnya menjadi media untuk belajar. kemudian mengaplikasikannya dalam seluruh kehidupan setelah ramadhan, sehingga dalam fase ramadhan berikutnya adalah fase yang sesungguhnya. Meleburkan setiap dosa dalam hitungan detik, mengampun dalam tataran makhluk yang dhaif. Sehingga Surga Allah menjadi target yang lebih utama ketimbang hanya mensucikan diri dalam sebulan setiap tahunnya. Happy idhul fithri festival 1929 H.