Mari Berbagi....

Selamat datang Indonesia!!!!...

Mari berbagi setiap cerita, harapan,keinginan,karya dan Mimpi.....

- Sakti Fahri Seno -


Kamis, 07 Februari 2008

7.30 am Daily Coffee Morning...

Dengan kaos merah berkerah hadiah dari niken diulang taunnya yang ke-20 , celana pendek `Independent Jeans` warna biru, berjalan kearah halaman samping kamarnya tempat biasa Tipuh menghabiskan pagi sambil membaca Koran.
“ Ijaaaaaahhh ?!!!! , mana kopi Nescafe original ama singkong goreng gue ?! “
Menggelegar suara itu memecah kesunyian pagi, laksana petir suaranya membuat gemetar Ijah pelayan khusus Tipuh yang disiapkan orang tuanya, yang tentu saja untuk mempekerjakannya mesti memasang tender diseluruh penyedia PRT di Jakarta 3 bulan yang lalu.

“ Cepeten !!!! Udah ga betah lo kerja disini ?!! “

Kontan Ijah berlari sambil membawa senampan hidangan buat sang ` Tuan Muda ` menyusuri arah suara yang baru saja menghentakkan telinga, tanpa basa-basi berlari dari dapur yang jarak antara dapur dan halaman samping kamar Tipuh Kira-kira 500 m, terus berlari melewati Mamat yang sedang sibuk membuatkan sarapan pagi buat si Puppy

“ Mampus lu Jah ¡ “ gumam Mamat

“ Untung gw Cuma kebagian jatah tugas buatin sarapan Puppy “ sambungnya dalam hati .

Sebagai PRT[1] pemula Ijah sosok pembantu yang kerapkali mendapatkan pukulan, tendangan dan cacian dari Tipuh meski hanya telat 5 menit untuk setiap pelayannya kepada Tipuh “ Sang Tuan Muda “.
Masa percobaannya yang hanya 3 bulan telah memberikan banyak pelajaran penting untuk seorang Ijah yang hanya lulusan Sekolah Dasar di desanya. Bukan tidak memerlukan pengorbanan dan kerja keras untuk kemudian mendapatkan gelar “ Pelayan Khusus Tuan Muda Tipuh[2] “ , sebuah gelar terhormat setelah sebelumnya hanya sebagai perawat Nenek tua Jompo.

“ Bukan kerjaannya yang Berat tapi Tuan Muda Tipuh yang Ribet “
sebuah ungkapan yang pernah disampaikan kepada Mamat Partner kerja Ijah dalam satu sesi Curhatnya. Yang rutin mereka lakukan sebagai media untuk bertukar pengalaman atas setiap hal yang terjadi dan dialami keduanya.

Ijah dengan wajah sumringah kembali menuju ruang kerjanya untuk bersegera membuatkan sarapan atau tugas ke-2 setelah Daily Coffe Morning Tipuh.

“ Aneh Amat si Ijah, bukannya sedíh, cemberut atau manyun ko’ malah kelihatan seneng banget, “ mengusik pikiran Mamat memburu jawaban “ pake acara nyanyi-nyanyi lagi “ ¿#$!%$#%@&^%&^$%!#$

Tentu saja hal ini membuat Mamat tidak mengerti akan sikap Ijah yang justru terlihat hepi setelah baru saja di eksekusi Tipuh. Konon Tipuh adalah seorang pencaci yang Amat lihai dimana pasti akan menangis setiap korban-korban caciannya, kalo temen-temennya bilang :

“ sebenarnya Maksud Tipuh baik, tapi karena tidak pandai merangkai kata-kata akhirnya jadi bikin sakit hati deh “

Tipuh memang bukan seorang yang pandai untuk segala hal, hanya orang-orang yang dekat dan kenal Tipuh saja-lah yang mampu mengerti setiap keinginan,rencana dan kalimat-kalimat yang terlontar. Banyak orang-orang disekitarnya yang sering dibuat sedíh Tipuh justru mengambil pelajaran dari ketidakpandaian Tipuh, termasuk Ijah pelayan khususnya. Menjadi objek pemanfaatan dari ketidakmampuannya.
[1] Pembantu Rahasia Tipuh
[2] PKTMT singkatan untuk gelar kehormatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar